Tim korporasi Indonesia berdiskusi tentang laporan keberlanjutan dan dampak CSR
Semua artikel

ESG Disclosure untuk Korporasi Indonesia: Standar GRI & IFRS S1/S2

Panduan lengkap ESG disclosure untuk korporasi Indonesia dengan standar GRI dan IFRS S1/S2 yang diakui investor global.

21 Juli 2026ESGGRIIFRS S1 S2Disclosure
Analis ESG mempelajari standar GRI dan IFRS Sustainability Standards

Mengapa ESG Disclosure Menjadi Non-Negosiasi

Investor global — dari dana pensiun hingga lender proyek — kini menjadikan ESG disclosure sebagai prasyarat pembiayaan. Korporasi Indonesia yang ingin akses hijau financing, penerbitan obligasi keberlanjutan, atau ekspansi internasional wajib punya pelaporan ESG yang setara standar global.

Dua Standar Utama Saat Ini

GRI Standards

Universal disclosures + topic-specific (Ekonomi, Lingkungan, Sosial). Fokus pada dampak korporasi ke stakeholder.

IFRS Sustainability Standards (S1 & S2)

  • S1 — general requirements: bagaimana korporasi mengelola risiko & peluang keberlanjutan.
  • S2 — climate-related disclosures: emisi Scope 1/2/3, transisi rendah karbon, scenario analysis.

Fokus IFRS: dampak keberlanjutan ke nilai enterprise (investor-lens).

Regulasi Indonesia yang Selaras

  • POJK 51/2017 — kerangka Sustainability Report untuk lembaga jasa keuangan & emiten.
  • Roadmap Keuangan Berkelanjutan OJK 2021-2025 — mendorong ISSB adoption.
  • Bursa Efek Indonesia — mendorong emiten mengadopsi IFRS S1/S2 bertahap.

Empat Kesalahan Umum ESG Reporting

  1. Boilerplate copy — narasi umum tanpa data korporasi spesifik.
  2. Cherry-picking indicator — hanya melaporkan yang bagus.
  3. Materiality dangkal — tidak melakukan double materiality assessment.
  4. Tidak ada assurance — laporan tanpa verifikasi independen.

Framework Materiality yang Baik

Pilih topik material dengan double materiality:

  • Financial materiality — apa yang mempengaruhi valuasi.
  • Impact materiality — dampak korporasi ke masyarakat & lingkungan.

Kedua lensa harus dievaluasi dan didokumentasikan.

Persiapan Data Emisi (S2)

  • Scope 1 — emisi langsung dari operasi.
  • Scope 2 — emisi listrik yang dibeli.
  • Scope 3 — emisi rantai pasok, produk, dan operasi hilir.

Scope 3 adalah tantangan terbesar korporasi Indonesia — memerlukan kolaborasi rantai pasok dan proxy data yang defensible.

Peran Konsultan

Inosustain mendampingi korporasi Indonesia melakukan gap analysis GRI/IFRS, materiality assessment, penyusunan laporan, dan preparasi assurance oleh KAP terakreditasi.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah IFRS S1/S2 wajib di Indonesia?

Belum wajib penuh, namun OJK dan BEI mendorong adopsi bertahap. Emiten dengan investor internasional sudah mulai comply secara sukarela.

Apa perbedaan GRI dan IFRS S1/S2?

GRI fokus dampak ke stakeholder (impact materiality), IFRS S1/S2 fokus dampak keberlanjutan ke enterprise value (financial materiality). Keduanya saling melengkapi.

Berapa lama menyiapkan laporan ESG level global?

Untuk korporasi yang belum pernah, siklus pertama 6-9 bulan termasuk baseline data. Siklus berikutnya lebih efisien.

WhatsApp